Sejarah Kecamatan

SEJARAH KECAMATAN TAPOS

Kota Depok adalah kota pendidikan yang memiliki kemajuan dalam aspek kehidupan masyarakatnya baik dalam pembangunan infrastrukturnya maupun kepadatan jumlah penduduk yang mengharuskan pemerintahan Kota Depok dapat melayani dan mensejahterakan masyarakatnya dengan pelayanan yang efektif dan efisien di segala bidangnya.Sehubungan dengan hal tersebut sebagaimana dengan pencapaian bagaimana dalam melayani pelayanan yang efektif dan efisien bagi masyarakatnya Pemerintah Kota Depok memecahkan wilayah 6 kecamatanya menjadi 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kecamatan yang disahkan dalam Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pemekaran Kecamatan (Lembaran Daerah Kota Depok Tahun 2007 Nomor 8).

Kecamatan Tapos adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang termasuk pecahan wilayah dari Kecamatan Cimanggis dimana sebelumnya Kecamatan Cimanggis memiliki 13 Kelurahan yang dinilai harus dipecah agar dapat mengkondisikan perkembangan penduduk yang membutuhkan pelayanan yang efektif dan efisien dari pemerintahannya.

Pemerintahan Kecamatan Tapos memulai eksistensinya pada akhir tahun 2009 dengan memiliki 7 kantor Kelurahan yang membawahi pemerintahannya dalam melayani masyarakat dimana masing-masing Kelurahan itu adalah :

  1. Kelurahan Tapos
  2. Kelurahan Leuwinanggung
  3. Kelurahan Cimpaeun
  4. Kelurahan Cilangkap
  5. Kelurahan Sukatani
  6. Kelurahan Sukamaju Baru
  7. Kelurahan Jatijajar

Aspek Geografis

Secara umum wilayah Kota Depok memiliki daya dukung yang baik untuk pengembangan kegiatan budidaya pertanian, peternakan maupun non pertanian.Begitu juga dengan wilayah Kecamatan tapos, memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan menjadi pengembangan kegiatan budidaya pertanian.Meskipun begitu ada wilayah yang mempunyai daya dukung rendah misalnya wilayah cikeas mempunyai kemiringan lereng yang curam dan rawan longsor.Selain itu ada wilayah yang mempunyai jalur pipa gas dan sempadan jalur distribusi energi listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET).

Dari sisi penggunaan lahan, sebagai kawasan yang baru membuka diri, maka kawasan Kecamatan Tapos mengalami peningkatan lahan terbangun. Data dari draf RTRW Kota Depok 2010-2030 untuk penggunaan lahan dikawasan Kecamatan Tapos Tahun 2009 adalah sebagai berikut :

 Tabel 1.  Penggunaan lahan Kecamatan Tapos 2009

No. Penggunaan Lahan Jumlah

(hectare)

Persentase

(%)

I Terbangunan    
1.1 Pemukiman 850,00 25,43
1.2 Industri 94,69 2,83
1.3 Perdagangan Jasa Perkantoran 46,28 1,38
1.4 Fasum/Fasos/Lapangan/Gedung/Masjid 206,97 6,19
1.5 GITET 0 0,00
1.6 Kawasan Tertentu 0 0,00
Jumlah 1197,94 35,85
II Lahan Non Terbangunan    
2.1 Danau-Situ 24,95 0,75
2.2 Sawah Teknis Irigasi 159,95 4,79
2.3 Sawah non teknis (Sawah) 37,84 1,13
2.4 Tegalan/Belukar/Tanah Kosong 675,44 20,21
2.5 Ladang/Kebun 568,59 17,01
2.6 Hutan Kota/Taman 20,51 0,61
2.7 Lapangan Golf 262,97 7,87
2.8 Sungai 28,72 0,86
2.9 Kuburan 11,73 0,35
2.10 Empang/Kolom 20,74 0,62
2.11 Jalan 330,22 9,88
Jumlah 2141,61 64,08
Total Luas Kecamatan Tapos 3342,00 100,00

Aspek Sosial Kemasyarakatan

Berdasarkan data kepadatan penduduk Kota Depok tahun 2009 yang bersumber dari Perda Kota Depok N0.8 Tahun 2007 dan Data Kependudukan SIAK Kota Depok Tahun 2010, maka data kepadatan penduduk Kecamatan Tapos tahun 2009 adalah sebagai berikut :

Tabel 2.   Kepadatan Penduduk Kecamatan Tapos Tahun 2009 

 

No

 

Uraian

 

Jumlah

1 Jumlah Keluarga 7
2 Luas (Km2) 33,42
3 Jumlah Rt 622
4 Jumlah Rw 127
5 Kepadatan rata-rata 6300

Profil kependudukan Kecamatan Tapos dilihat dari kepadatan penduduknya memperlihatkan kepadatan yang cenderung sedang. Hal ini sangat baik sekali untuk pengembangan suatu kegiatan pemberdayaan masyarakat, dimana aspek sosial kemasyarakatannya tidak terlalu kompleks seperti pada wilayah yang kepadatan penduduknya tinggi

Pertemuan rutin dan sosialisasi program dapat berjalan baik dengan adanya partisipasi masyarakat pedesaan yang masih tinggi dan menghormati pimpinan wilayahnya baik dari tingkat RT maupun RW.OPD Kecamatan Tapos diharapkan mampu menghimpun partisipasi masyarakayt menjadi kekuatan yang dapat digunakan untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Aspek Pelayanan Umum

Secara umum kinerja pelayanan di Kecamatan Tapos dapat ditinjau dari aspek pelayanan umum diantaranya :

  1. Kinerja Pelayanan Dasar Masyarakat dan Pelayanan Perijinan
  2. Kinerja Pelayanan Kesehatan
  3. Kinerja Pelayanan Pendidikan
  4. Kinerja dan potensi pengembangan transportasi
  5. Ketersediaan Perumahan dan sarana pemukiman

Aspek Perekonomian

Aspek perekonomian penduduk wilayah Kecamatan Tapos yang masih memiliki lahan pertanian dan persawahan yang masih tinggi ditopang dari hasil pertanian dan pengembangan.

Kekuatan Internal OPD Kecamatan Tapos

Sebagai kecamatan yang baru hasil dari pengembangan kecamatan Cimanggis OPD kecamatan Tapos terdiri dari orang-orang yang berkualitas dan mempunyai struktur pendidikan yang baik. Hal ini dapat dilihat dari strata pendidikan OPD Kecamatan Tapos sebagai berikut :

No

Nama Pejabat

Jabatan

Pendidikan

Terakhir

1 Drs. Taufan Abdul Fatah, MH

Camat

S2

2. Yamrin Madina, SH, MH

Sekretaris Camat

S2

3. Ahmad Darjat, SH

Kasi Pemerintahan

S1

4. Suhari, SH

Kasi Ketentraman Ketertiban

S1

5. R.M. Haryadi, S.Sos

Kasi Pemberdayaan Masyarakat

S1

Dengan tingkat pendidikan dan wawasan yang baik dari OPD Kecamatan Tapos maka diharapkan Kecamatan Tapos mampu menjadi kecamatan yang dapat melayani dan memberikan nilai tambah pada warga di wilayah Kecamatan Tapos.